UMP Lolos Pendanaan Matching Fund 2022

Table of Contents

PURWOKERTO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, resmi mengumumkan daftar Perguruan tinggi yang mendapatkan bantuan pendanaan melalui Program Matching Fund Tahun Anggaran 2022.

Setelah proses panjang yang di lalui Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), tim berhasil menerima bantuan pendanaan tahun anggaran 2022 periode Maret dan April Gelombang 4 dalam program Matching Fund Kedaireka.

Tim tersebut di antaranya Juli Rochmijati Wuliandari MSc PhD, Dr Dini Siswani Mulia Spi MSi, Listika Yusi Risnani SPd MPd, Hamami Alfasani Dewanto SSi MSi, Dra Eko Sri Israhayu MHum dan Watemin SP MP.

Baca Juga : Konferensi Ilmiah Internasional di FEB UMP Datangkan Speaker Luar Negeri

Ketua Tim Juli Rochmijati Wuliandari MSc PhD mengatakan, timnya mengangkat penelitian tentang ‘Strategi Pengembangan Agrobisnis dan Produksi Kain Tenun Berbahan Sutera Attakas (Attacus atlas) di Kabupaten Banyumas’.

“Attacus atlas adalah ngengat sutera liar yang secara alami membuat kepompong berwarna coklat. Ngengat ini banyak di temukan di semua daerah di Indonesia, namun larva atau ulatnya di anggap mengganggu tanaman dan menjadi sasaran pengendalian sebagai hama pertanian,” jelasnya.

Menurutnya, hama tersebut dapat di ubah menjadi bahan yang bermanfaat dan berpotensi di kembangkan menjadi komoditas unik dan bernilai ekonomi tinggi dalam industri kreatif.

“Demi kelangsungan produksi terjadi eksploitasi sumber bahan baku dari alam. Perlu di perhatikan bahwa pengambilan kepompong yang berlebihan dari habitat aslinya, akan selalu menyebabkan menipisnya populasi ulat sutera liar. Sehingga keseimbangan alaminya terganggu,” jelasnya.

Perlahan tetapi pasti, bahan baku semakin langka. Sehingga satu persatu pelaku usaha mulai gulung tikar. Era keemasan sutera liar akhirnya menyurut dan potensi usahanyapun semakin tidak popular.

Adapun upaya yang telah di lakukan baik oleh pemerintah, akademisi maupun pelaku usaha sampai saat ini belum mampu mengangkat potensi ekonominya secara maksimal.

Juli menjelaskan, Lab Zoologi Prodi Pendidikan Biologi UMP merupakan laboratorium dasar yang melayani berbagai Prodi di lingkungan UMP. Lab ini mempunyai fokus penelitian.

Fokus Penelitian

Di antarannya terkait sutera liar Attacus atlas yang berhasil memperoleh Pendanaan Matching Fund Kedaireka Tahun 2022.

“Selain itu, Lab kami juga mempunyai fokus penelitian terkait pengendalian Aedes aegypti dengan teknologi baru sejak 2011. Selama 50 tahun terakhir, DBD merupakan penyakit tular-vektor yang paling cepat menyebar ke seluruh dunia,” jelasnya.

Ini mengisyaratkan bahwa metode kontrol konvensional secara kimia, mekanik dan biologis tidak cukup efektif. Apalagi belum tersedia vaksin yang efektif dan terapi anti virus yang spesifik, sangat di perlukan penerapan teknologi pengendalian vektor baru.

Dia menjelaskan, teknologi Wolbachia merupakan strategi pengendalian vektor DBD terbaru yang menggunakan pendekatan alami dan melibatkan masyarakat.

Baca Juga : 21 Mahasiswa UMP Kembali Lolos Pertukaran Mahasiswa Merdeka

Metode ini memiliki potensi perlindungan berkelanjutan terlepas dari besarnya populasi nyamuk yang ada di lingkungan.

“Lab kami membuka diri untuk berkolaborasi dengan perusahaan (melalui program CSR), instansi pemerintah dan dinas terkait untuk melipatduakan dana program pemberantasan dengue di Kabupaten Banyumas melalui program matching fund kedaireka 2023-2024 dari Kemendikbud Ristek RI,” katanya.(aw-7)

Tautan Sumber Berita

Facebook
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kantor Desa:

Jl. Raya Bantarsari, Bantarsari, Kec. Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53281

© 2022 made by: sketsaemas.com