Ikadi Kabupaten Cilacap Dirikan Griya Qur’an Mulia 2 untuk Ciptakan Generasi Qur’ani

Table of Contents

CILACAP- Ikatan Dai Indonesia atau Ikadi Kabupaten Cilacap mendirikan Griya Qur’an Mulia 2 (GQM2) di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap.

Ikadi Kabupaten Cilacap memulai pembangunan itu melalui peletakan batu pertama pada Minggu 21 Agustus 2022.

(Baca Juga: Kompetisi Liga 2 2022-2023, PSCS Cilacap Masuk Grup Tengah, Berikut Ini Daftar Lawannya)

Peletakan batu pertama pembangunan GQM2 Ikadi Cilacap dilakukan oleh Penasihat GQM2, Sadmoko Danardono, dan diteruskan oleh Camat Cilacap Tengah, Bambang Wijoseno SSos MSi, hingga tokoh masyarakat lainnya.

Kegiatan itu diikuti oleh 150 peserta, meliputi warga sekitar GQM2, donatur, dan tokoh masyarakat di Kabupaten Cilacap.

Ketua Panitia Pembangunan sekaligus Sekum PD Ikadi Cilacap, Kasyono SHI mengatakan, peletakan batu pertama pembangunan GQM2 itu sangat penting untuk mensosialisasikan kepada masyarakat. Hal itu sebagai sarana pembinaan generasi Qur’ani dan memperdalam Ilmu Islam.

Ia berharap, pembangunan GQM2 Ikadi Cilacap juga sebagai sarana investasi akhirat bagi muwakif yang telah mengamahkan tanah wakafnya.

Tanah wakaf itu memiliki luas 600 meter persegi. Kasnoyo juga mendorong kepada donatur lainnya untuk melakukan investasi akhirat.

“Kami berharap, peletakan batu pertama ini bukan pertama dan terakhir, tetapi akan terus berlanjut, semakin banyak donatur yang berinvestasi untuk akhirat, dan GQM2 akan bermanfaat untuk pembinaan generasi qur’ani dan meningkatkan pemahaman Islam rohmatan lil ‘alamin,” katanya.

Muwafik Tanah 600 Meter Persegi itu Bernama Kusmiyati

Sementara itu, warga yang mewakafkan tanah seluas 600 meter persegi itu diketahui adalah Ir Kusmiyati MM. Ia merupakan warga kelahiran Cilacap yang menjadi dosen di wilayah Bogor, Jawa Barat.

Kusmiyati menyampaikan tujuan mulai mengapa sampai memberi wakaf dalam kesempatan sambutannya.

“Kami mengamanahkan tanah wakaf seluas 600 meter perseni ini, semoga bermanfaat untuk kegiatan keislaman, sehingga setelah 2 tahun lagi pensiun sebagai dosen di Bogor, bisa kembali ke tanah kelahiran Cilacap,” kata dia.

Sadmoko Danardono sendiri menyampaikan akan pentingnya yakin dengan Al-Quran. Kepala Dinas P dan K Cilacap ini meyakini, insya Allah akan diberikan jalan keluar atas berbagai persoalan kehidupan.

Di sisi lain, Bambang Wijoseno SSos MSi memberi ucapan terima kasih kepada muwakif. Ia mengapresiasi hal itu karena muwafik telah peduli kepada warga Cilacap Tengah dengan mewakafkan tanahnya untuk dibangun GQM2 itu.

“Kami meyakini, hal ini insya Allah sangat bermanfaat untuk masyarakat, dan ini sebagai wujud realisasi pilar pendidikan bangga mbangun desa,” katanya.

(Baca Juga: Suarakan Aspirasi Guru Madrasah, PGM Indonesia Kabupaten Cilacap Lakukan Audiensi dengan Bupati dan DPRD)

Sementara itu, Drs Milhan Royani, dalam tausiyahnya menyampaikan tentang pentingnya mempersiapkan bekal untuk akhirat. Salah satunya adalah beramal untuk akhirat seperti yang dilakukan oleh muwakif, yakni Kusmiyati.

Di sisi lain, Ikadi Kabupaten Cilacap merangkai kegiatan itu dengan bakti sosial atau baksos Merdeka LAZC. Kegiatan itu berupa pembagian 25 paket sembako untuk warga di sekitar GQM2 Ikadi Cilacap. (day-6)

Tautan Sumber Berita

Facebook
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kantor Desa:

Jl. Raya Bantarsari, Bantarsari, Kec. Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53281

© 2022 made by: sketsaemas.com