Sedot Ribuan Penonton, Ini Sejarah Kenthongan Banyumas

Table of Contents

BANYUMAS – Masyarakat di Kabupaten Banyumas, Sabtu (20/08/2022) malam lalu, mendapat tontonan yang menarik, yakni festival kenthongan. Acara yang berlangsung di Jalan Bung Karno Purwokerto ini mampu menyedot penonton yang jumlahnya mencapai ribuan orang.

Keberadaan acara yang di gelar dalam rangka menyambut HUT ke-77 Kemerdekaan RI ini seakan menjadi magnit bagi masyarakat yang sudah beberapa tahun belakangan tidak bisa menikmati acara itu karena pandemi Covid-19.

Kendati menjadi tontonan yang menarik bagi masyarakat, namun pertunjukkan tersebut ternyata memberikan juga memberikan imbas negatif, yakni terjadinya kemacetan di sejumlah ruas jalan di Purwokerto.

Baca Juga : Ada Pengajian Ustaz “Gaspol”, Jalan Suharso Satu Arah

Bahkan Bupati Banyumas Achmad Husein sempat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena acara festival kenthongan tersebut membuat sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan.

Terlepas dari itu, ternyata musik tradisional Banyumas ini memiliki sejarah yang panjang. Ingin tahu sejarah? Yuk kita lihat.

Alat Komunikasi

Pada zaman dahulu, kenthongan umumnya di gunakan sebagai alat komunikasi untuk mengumpulkan masyarakat. Bahkan sampai sekarang, alat musik ini masih bisa di dapati tergantung di Pos Kamling.

Dalam kasus ini, kenthongan berfungsi sebagai alat penanda jika ada sesuatu. Di pedesaan yang masih cukup tradisional, para petani menggunakan kenthong untuk mengusir hama yang menyerang tanaman.

Adapun musik Kenthongan di Banyumas sudah ada sejak awal tahun 1970-an dan menjadi sebuah pertunjukan kesenian yang atraktif.

Bahkan sejak 2004, sudah tercatat ada sekitar 368 grup musik kenthongan di Kabupaten Banyumas. Kemudian kesenian tradisional ini mulai berkembang dengan di tambahkan alat musik yang lain.

Seperti angklung, teplak, bedug, seruling, hingga tarian. Bahkan ada festival yang rutin di adakan setiap tahun untuk memeringati hari jadi Kabupaten Banyumas.

Semakin bertambahnya tahun, perkembangan musik kenthongan di Banyumas pun mengalami modernisasi. Di mana lagu-lagu yang di bawakan pada awalnya adalah lagu daerah, namun sekarang telah berkembang menjadi sangat luas. Misalnya lagu pop dan dangdut.

Baca Juga : Santri Ponpes Nurul Huda Lakukan Entrepreneur, Ganjar : Hebat!

Bahkan sebuah grup musik kenthongan yang terdiri dari mahasiswa di Universitas Jendral Soedirman Purwokerto mulai menggebrak dunia musik dengan mengolaborasikan musik kenthongan dengan DJ.

Para mahasiswa ini, memperkenalkan kepada masyarakat luas, terutama para kawula muda, bahwa kesenian tradisional tidak selalu “kuno”.(*-7)

 

Sumber ; kaskus.co.id

Tautan Sumber Berita

Facebook
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kantor Desa:

Jl. Raya Bantarsari, Bantarsari, Kec. Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53281

© 2022 made by: sketsaemas.com