Pendidik PAUD Non-Formal Layak sebagai Guru

Table of Contents

PURWOKERTO – Ketua Umum Pengurus Pusat Himpaudi Netti Herawati mengatakan pendidik PAUD non-formal layak sebagai guru.

Menurutnya diskriminasi guru formal dan non-formal di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) harus di hentikan, demi menghasilkan kualitas pendidikan yang lebih baik di Indonesia.

Hal itu ia sampaikan saat acara perayaan HUT ke-17 Himpaudi (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan) Provinsi Jateng di Gedung Sasana Krida GOR Satria Purwokerto, Minggu (4/9/2022).

Netti menilai, selama ini ada diskriminasi Guru PAUD. Maka dengan adanya Revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) ia mengajak pegiat Himpaudi di Jawa Tengah untuk ikut bersuara.

“Bersamaan dengan revisi UU Sisdiknas yang tengah di godok Kemendikbud-Ristek, sudah selayaknya PAUD non-formal mendapat pengakuan sebagai guru dan payung hukum,” tegasnya.

Himpaudi berharap ada kesetaraan antara guru PAUD formal dan non formal seperti yang saat ini tertuang dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 dan juga PP Nomor 19 Tahun 2017 yang menempatkan hanya guru PAUD formal saja yang di anggap guru.

Kegiatan ini di hadiri oleh Ketua Umum PP Himpaudi Bunda Netti Herawati, Bupati Banyumas Achmad Husein, Bunda PAUD Banyumas Ny Erna Husein, Ketua Umum Himpaudi Jawa Tengah Dedy Adriyanto beserta jajarannya, juga di hadiri Pengurus Himpaudi dari 35 Kabupaten Kota di Jawa Tengah.

Ketua Panitia penyelenggara HUT ke 17 Himpaudi Tingkat Jawa Tengah Rusmanto mengatakan pada momen ulang tahun yang ke 17 ini, banyak acara yang di gelar antara lain ekspo dan bazar, senam, dongeng, seminar implementasi kurikulum merdeka, ajang kreativitas pendidik dan tenaga kependidikan serta Jambore.

“Beberapa kegiatan diikuti oleh 36 Himpaudi Kabupaten Kota Se-Jawa Tengah,” katanya.

Perjuangkan Hak

Ketua Himpaudi Jawa Tengah Dedy Adriyanto mengatakan, kegiatan hari ulang tahun impaudiI ke-17 di jadikan momentum untuk memperjuangan hak profesi Guru PAUD.

“Momentum Ulang Tahun yang ke 17 akan menjadi momentum, Himpaudi se Jawa Tengah yang akan memperjuangkan kesetaraan guru PAUD non formal, karena selama ini yang di nyatakan sebagai guru formal itu hanya Taman Kanak-kanak. Sementara pendidik atau PAUD tidak di akui sehingga profesional itu tidak di akui,” katanya.

Bupati Banyumas Achmad menyampaikan terima kasih atas dharma bhakti dan pengabdiannya mendidik anak-anak usia dini di Kabupaten Banyumas menjadi generasi yang tumbuh cerdas, unggul dan berkarakter.

“Untuk usulan kesetaraan guru PAUD, saya sudah ikut menyepakati usulan tersebut melalui surat resmi kepada menteri pendidikan, dan pihak terkait,” katanya.

Bupati menambahkan, kalau Himpaudi Banyumas sudah memahami kebijakannya, karena sering berkonsultasi.

“Terkait belum setaranya Himpaudi sebagai guru, Bupati menilai itu karena belum ada kesamaan pandang. Namun setelah ada kesamaan saya berharap usulan di Sisdiknas akan di setujui,” pungkasnya.(*-7)

 

Sumber : banyumaskab.go.id

 

Tautan Sumber Berita

Facebook
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kantor Desa:

Jl. Raya Bantarsari, Bantarsari, Kec. Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53281

© 2022 made by: sketsaemas.com