Hasil Verifikasi ODF, Temuan BABS di Cilacap Sedikit

Table of Contents

You are currently viewing Hasil Verifikasi ODF, Temuan BABS di Cilacap Sedikit

CILACAP – Tim Verifikasi Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan Provinsi Jawa Tengah melakukan verifikasi dan cek lapangan di 8 Kecamatan di Kabupaten Cilacap. Dari 486 Kepala Keluarga yang diamati, 20 diantaranya masih melakukan BABS (Buang Air Besar Sembarangan).

Hasil ini disampaikan oleh Ketua Tim Verifikasi ODF Provinsi Jawa Tengah Yuni Rahayuningtyas di Pendopo Wijayakusuma Cakti, Rabu (7/9/2022). Yuni menjelaskan temuan BABS ini dikarenakan masih ada jamban/wc yang tidak memiliki septic tank dan pembuangan pempers bayi yang masih sembarangan.

“Hasil sudah bagus, dari 486 KK hanya 4,12% yang masih BABS. BABS disini mereka sudah memiliki wc yang sehat, namun pembuangan akhir masih di kolam atau di sungai, bukan tempat yang disyaratkan. Pempers bayi juga sebaiknya sebelum dibuang, dibersihkan dulu, setelah itu baru dibuang atau lebih baik lagi jika dibakar,” jelasnya.

Yuni yang merupakan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah berharap temuan ini bisa ditindaklanjuti dan dilakukan perbaikan dalam waktu 3×24 jam.

“Temuan ini dibandingkan kabupaten lain termasuk sedikit. Jadi saya berharap segera ditindaklanjuti dan dilakukan perbaikan selama 3×24 jam. Dan untuk pempers, mohon supaya diberikan edukasi terkait cara pembuangan pempers yang benar,” ujarnya.

Dijelaskan hasil verifikasi ODF di Kabupaten Cilacap, KK yang didatangi dari 8 Kecamatan sejumlah 486 KK, 393 diantaranya memiliki Jamban Sehat Permanen (JSP), 3 KK memiliki Jamban Sehat Semi Permanen (JSSP), dan 70 memiliki jamban bersama (sharing). Ditemukan juga 20 KK yang masih melakukan BABS atau sebesar 4,12%.

Menanggapi hasil verifikasi, Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman menyanggupi untuk melakukan tindak lanjut dan perbaikan apa yang ditemukan tim verifikasi di lapangan. Syamsul menekankan bahwa segala bentuk penilaian baik dari provinsi maupun pusat, yang terpenting adalah tanggung jawab terhadap masyarakat.

IMG 4003
Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman saat menyampaikan sambutan selamat jalan.

“Kami siap memperbaiki seperti apa yang ditemukan di lapangan, yang penting kita komitmen 3×24 jam. Ini komitmen kita, jangan terlena jika ada penilaian baik dari provinsi atau pusat, jangan terlena hanya karena kita menginginkan data yang baik, tapi ada tanggung jawab yang luar biasa kepada masyarakat sebagai yang menerima dan menilai pelayanan setiap hari,” kata Syamsul saat menyampaikan sambutan selamat jalan mewakili Bupati Cilacap.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dr. Pramesti Griana Dewi yang ditemui seusai acara mengatakan bahwa tindak lanjut yang akan dilakukan terkait tidak adanya septic tank adalah dengan membangun septic tank communal untuk beberapa KK yang belum memiliki.

WhatsApp Image 2022 09 08 at 09.27.44
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dr. Pramesti Griana Dewi.

“Nanti akan dilakukan tindak lanjut seperti pembuatan septic tank communal. Ini bisa untuk mensiasati bagi warga yang tidak memiliki lahan untuk pembuangan. Tadi camat dan lainnya sudah setuju, kalau perlu kita menggandeng CSR,” jelasnya. (mia/kominfo)

IMG 4007
Acara penyampaian hasil verifikasi ODF di Pendopo Wijayakusuma Cakti, Rabu (7/9/2022).

Tautan Sumber Berita

Facebook
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kantor Desa:

Jl. Raya Bantarsari, Bantarsari, Kec. Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53281

© 2022 made by: sketsaemas.com