PAGELARAN WAYANG KULIT SOSIALISASI KETENTUAN DI BIDANG CUKAI TAHUN 2022 DIBANJIRI PENONTON

Table of Contents

You are currently viewing PAGELARAN WAYANG KULIT SOSIALISASI KETENTUAN DI BIDANG CUKAI TAHUN 2022 DIBANJIRI PENONTON

CILACAP – Forum Tatap Muka Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai Tahun 2022 digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Cilacap dikemas dalam pagelaran wayang kulit di desa Karangreja Kecamatan Cimanggu disambut baik oleh warga sekitar, Jumat (16/09/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Awaluddin Muuri, Kepala Diskominfo Kabupaten Cilacap Supriyanto, Sekretaris Diskominfo Sukaryanto, Camat Cimanggu Bambang Tutuko, Kepala Desa Karangreja, Tokoh Masyarakat, Tokoh agama, serta warga masyarakat sekitar.
Di sepanjang jalan berjajar penjual kuliner, souvenir, mainan anak-anak dan lain-lain membuktikan bahwa hiburan masyarakat yang selama dua tahun tidak boleh diselenggarakan secara terbuka akibat pandemi Covid-19, sangat dirindukan. Masyarakat sangat antusias membanjiri halaman balai desa dan jalan desa karangreja untuk menyaksikan kegiatan tersebut.

Sebagai budaya adiluhung, Wayang Kulit ternyata kehadirannya didambakan masyarakat dan dapat memberikan pengaruh positif, karena di dalam isi cerita terdapat filosofi yang bisa dijadikan tuntunan yang baik dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun di era digitalisasi, generasi muda diharapkan dapat mewarisi, cinta dan mempunyai rasa bangaga terhadap budaya sendiri.

Seperti yang sampaikan oleh Sekda Cilacap Awaluddin Muuri dalam sambutannya, bahwa Wayang Kulit bukan hanya sebagai tontonan, tapi tuntunan dalam bertingkah laku.

Narasumber Forum Tatap Muka diantaranya Kepala Dinas Diskominfo Kabupaten Cilacap Supriyanto, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Indra Gunawan, Pemeriksa Bea Cukai Iwan Yustidianto dari Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Cilacap.
Kepala Diskominfo Kabupaten Cilacap Supriyanto menjelaskan, pagelaran wayang kulit dipilih untuk sosialisasi ketentuan di bidang cukai karena digemari masyarakat serta dengan harapan agar pesan dan himbauan yang disosialisaikan dapat tersampaikan dengan optimal.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Cilacap Indra Gunawan mensosialisasikan kepada masyarakat terkait akibat dari penjual dan pemakai rokok illegal.

Selain itu, Pemeriksa Bea Cukai, Indra Gunawan menjelaskan, ada beberapa jenis rokok ilegal yang beredar di pasaran. Yakni rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai berbeda (salah peruntukan), rokok dengan pita cukai bekas, dan rokok pita cukai polos.

Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, ancaman bagi pelaku penyalahguna cukai ilegal adalah pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.(gs/kominfo)

Tautan Sumber Berita

Facebook
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kantor Desa:

Jl. Raya Bantarsari, Bantarsari, Kec. Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53281

© 2022 made by: sketsaemas.com