Pencegahan Stunting Digalakkan, Ini Penyebab dan Dampaknya!

Table of Contents

PURWOKERTO – Kabupaten Banyumas saat ini sedang menggalakkan program pencegahan stunting. Berbagai upaya pun di lakukan oleh pemerintah daerah setempat agar pertumbuhan anak tidak terhambat.

Lalu sebenarnya apa itu stunting, penyebab dan dampaknya bagi anak? Berikut penjelasannya seperti yang di kutip dari wikipedia.

Hambatan pertumbuhan atau stunting adalah keadaan berhentinya pertumbuhan pada anak. Penyebab utamanya adalah kekurangan gizi pada waktu yang cukup lama.

Pemberhentian pertumbuhan, meliputi pertumbuhan tubuh dan otak. Stunting atau penyakit tengkes menyebabkan anak memiliki tinggi badan yang lebih pendek, di bandingkan anak-anak lain yang seusia dengannya. Penyakit ini juga menyebabkan keterlambatan perkembangan cara berpikir.

Baca Juga : Soal Pendataan Non-ASN, Tiga Hal Ini Harus Diperhatikan

Adapun penyebabnya akibat kurangnya asupan gizi pada anak. Kekurangan gizi ini di awali sejak anak masih di dalam kandungan hingga berusia 2 tahun.

Kekurangan protein menjadi penyebab paling umum terjadinya tengkes. Infeksi akibat buruknya kebersihan lingkungan juga dapat menjadi penyebab tengkes.

Dalam Kandungan

Kemudian faktor-faktor yang tidak berkaitan dengan kesehatan juga dapat menjadi penyebab tengkes. Masalah ekonomi, politik, sosial, dan budaya merupakan faktor penyebab tengkes yang tidak berkaitan langsung dengan kesehatan tubuh. Kurangnya pemberdayaan perempuan dan penurunan kualitas lingkungan juga menjadi penyebabnya.

Stunting terjadi sejak anak masih di dalam kandungan. Dampaknya baru dapat terlihat ketika anak berusia 2 tahun. Seorang anak dapat di katakan mengalami stunting apabila tinggi badannya kurang dari tinggi badan anak normal seusianya.

Adapun standar pengukuran tinggi badan yang di gunakan adalah standar yang di buat oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Stunting atau tengkes mengganggu perkembangan otak dan metabolisme tubuh.

Tengkes juga menyebabkan keterlambatan pertumbuhan fisik. Terlambatnya perkembangan otak menyebabkan anak memiliki kecerdasan di bawah rata-rata anak seusianya.

Baca Juga : Tekan Stunting, Jalankan ‘Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng’

Tengkes juga menurunkan kemampuan sistem kekebalan tubuh. Ini membuat anak yang terkena tengkes mudah mengalami sakit. Dampak yang lebih parah adalah anak akan berisiko mengalami penyakit diabetes, strok, dan kanker.(*-7)

Sumber : wikipedia

Tautan Sumber Berita

Facebook
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kantor Desa:

Jl. Raya Bantarsari, Bantarsari, Kec. Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53281

© 2022 made by: sketsaemas.com