Tekan Stunting, Jalankan ‘Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng’

Table of Contents

BANYUMAS – Sosialisasi program penanganan stunting di Kabupaten Banyumas terus di galakkan. Salah satunya melalui pentas seni dan nonton bareng, seperti yang di gelar di Pendapa Pakoso Desa Cikakak Kecamatan Wangon.

Acara yang di selenggarakan Pelayanan Informasi Kebijakan Daerah (PIKD) Provinsi Jateng tahun 2022 berlangsung Selasa (13/09/2022). Kegiatan ini di motori Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh dan kembang pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Baca Juga : Siswa Diajari Permainan Tradisional

Dalam acara ini menargetkan masyarakat Desa Cikakak dan sekitarnya. Hadir dalam acara tersebut sejumlah tamu kehormatan dari Provinsi Jawa Tengah, jajaran OPD, dan tokoh-tokoh masyarakat di wilayah Kabupaten Banyumas.

Acara di buka dengan sambutan dari Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Tengah, Riena Retnaningrum dan Kepala Dinkominfo Kabupaten Banyumas Yayah Setiyono.

Menurut Riena, tagline Jawa Tengah ‘Jo Kawin Bocah/Jangan Menikah Dini’ dan program prioritas ‘Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng/memantau orang hamil’ benar-benar harus di jalankan untuk menekan angka stunting.

Sementara menjelang inti sosialisasi, hadirin di suguhkan dengan penampilan seni dari grup karawitan Desa Cikakak. Adapun materi sosialisasi di sampaikan nara sumber dari BKKBN, Dinas Kesehatan, dan DPPKBP3A. Penyampaian materi berjalan dengan santai dan di selingi lelucon dari guyon maton.

Sedini Mungkin

Menurut nara sumber, pencegahan stunting harus di lakukan sedini mungkin. Terutama pada remaja putri baik dari sebelum menikah hingga pola asuh setelah melahirkan. Selain kaum wanita, keterlibatan kaum pria juga sangat di perlukan dalam pencegahan stunting.

“Hindari 4 Terlalu. Yakni terlalu muda menikah, terlalu muda/tua melahirkan, terlalu dekat/terlalu sering melahirkan, dan terlalu banyak. Itu sangat berbahaya,” pesan pemateri dari BKKBN.

Baca Juga : Ribuan Siswa Al Irsyad Gelar Pawai Jalan Kaki

Nara sumber juga menegaskan perlunya pencegahan stunting agar dalam jangka panjang dapat mengentaskan angka kemiskinan di Indonesia.

Acara berlangsung makin meriah dengan sesi tanya jawab dari peserta kepada para pemateri. Di penghujung acara di tayangkan film pendek berjudul Cebol Nggayuh Lintang.(*-7)

Sumber : banyumaskab.go.id

Tautan Sumber Berita

Facebook
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kantor Desa:

Jl. Raya Bantarsari, Bantarsari, Kec. Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53281

© 2022 made by: sketsaemas.com