Remaja vs Kecenderungan Insecure

Table of Contents

BICARA tentang remaja memang tidak akan pernah ada bosannya, dengan segala permasalahan yang dialami dalam tugas perkembangannya. Masa remaja dapat didefinisikan masa transisi dari anak-anak menuju masa dewasa yang meliputi perubahan biologis, perubahan kognitif, dan perubahan sosial-emosional (Zakiah Darajat).

Permasalahan yang sering muncul pada remaja di antaranya permasalahan fisik atau penampilan, stres, rasa kurang percaya diri, bullying dan cyber bullying, kecanduan gawai, merokok, masalah percintaan, konflik dengan orang tua, masalah sosial dalam pertemanan, obesitas dan masalah akademis di sekolah.

Insecure, istilah ini sedang tren di kalangan remaja. Insecure adalah adalah perasaan tidak percaya diri, malu, takut, gelisah, tidak aman yang disebabkan oleh rendahnya penilaian terhadap diri sendiri. Menurut Abraham Maslow, insecure juga dapat diartikan keadaan ketika seseorang merasa tidak aman, menganggap dunia sebagai sebuah hutan yang mengancam dan kebanyakan manusia berbahaya dan egois.

Bagi seorang remaja yang kecenderungan mengalami insecure sebaiknya segera untuk membuka diri. Bisa dengan cerita ke teman dekat atau sahabat, kepada orang tua atau saudara yang dipercaya, atau konseling kepada guru BK di sekolah. Karena apabila perasaan tersebut terus ada pada diri mereka, dapat menghambat dalam tugas perkembangan remaja.

Ada tips bagi remaja yang cenderung merasa dirinya insecure. Pertama, menerima keadaan diri sendiri, lebih tepatnya kenali potensi diri, karena setiap orang pasti punya kekurangan dan kelebihan. Karena yakinlah bahwa Allah SWT menciptakan umatnya dengan keunikan masing-masing. Jadi, stop untuk mengeluhkan keadaan dan perbanyak bersyukur. Kedua, mulailah melakukan kegiatan (hobi) yang kamu sukai misal olahraga, bermain musik, melukis, kegiatan organisasi dan kegiatan lain yang bermanfaat.

Yuk, sebelum terlambat berpikirlah lebih positif untuk diri sendiri. Walaupun membutuhkan waktu dan proses, perlahan-lahan pasti bisa. Untuk remaja, katakan pada diri sendiri, saya bisa, cantik, tampan, juga punya kelebihan seperti teman lainnya, menarik, pribadi yang menyenangkan, dan mampu berprestasi di sekolah. Tunjukan potensi, tampil percaya diri dengan apa yang Allah SWT ciptakan.

Jauhi kata-kata yang membuat berasa insecure misalkan, saya gemuk, saya pandek, tidak cantik, tidak sempurna secara fisik, saya hitam, saya berjerawat, ataupun berpikir kenapa pendapat orang cantik itu lebih didengar dan mungkin masih banyak lagi pikiran pikiran negatif yang membuat kamu insecure.

Peran lingkungan terdekat juga dibutuhkan remaja agar bisa keluar dari perasaan insecure. Penerimaan dan dukungan dari teman-teman, dukungan positif dari teman. Dan yang paling penting dukungan dari keluarga khususnya orang tua. Karena bagi remaja adanya sistem dukungan dari lingkungan sangat dibutuhkan untuk menjadi pribadi yang kuat dan berkualitas. (**)

Wahyu Pranataria, SPsi, guru BK SMAN 1 Bukateja

The post Remaja vs Kecenderungan Insecure appeared first on Suara Banyumas.

Tautan Sumber Berita

Facebook
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kantor Desa:

Jalan Raya Bantarsari no.2 Desa Bantarsari, Kecamatan Bantarsari, Cilacap, Jawa Tengah. Kode pos 53258
email:  pemdesbantarsari@gmail.com
website: desabantarsari.net

© 2022 made by: sketsaemas.com